• pengumuman.jpg
  • pengumuman2.jpg
  • DSCF0031.jpg
  • DSCF0092.jpg
  • DSCF0512.jpg
  • DSCF3820.jpg
  • DSCF0492.jpg
  • 9.jpg
  • DSCF0033.jpg
  • DSCF0147.jpg
  • DSCF3628.jpg
  • DSCF0019.jpg
  • DSCF0164.jpg
  • 6.jpg
  • 3.jpg
  • DSCF0514.jpg
  • DSCF0683.jpg
  • DSCF0121.jpg
  • DSCF3631.jpg
  • DSCF0079.jpg
  • DSCF0129.jpg
  • 7.jpg
  • DSCF0554.jpg
  • DSCF0160.jpg
  • DSCF0555.jpg
  • DSCF0144.jpg
  • DSCF0132.jpg
  • DSCF1672.jpg
  • DSCF0112.jpg
  • 1.jpg
  • DSCF3722.jpg
  • DSCF0166.jpg
  • DSCF0391.jpg
  • DSCF0455.jpg
  • DSCF0558.jpg
  • DSCF1697.jpg
  • DSCF0171.jpg
  • DSCF0146.jpg
  • DSCF3707.jpg
  • DSCF3664.jpg
  • DSCF7775.jpg
  • DSCF0586.jpg
  • DSCF0644.jpg
  • DSCF0159.jpg
  • DSCF0075.jpg
  • DSCF0543.jpg
  • DSCF3625.jpg
  • DSCF0015.jpg
  • DSCF0368.jpg
  • DSCF7799.jpg
  • DSCF0153.jpg

Info Ngaben Masal 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengarep ngaben masal dan panitia melaksanakan acara madewa sraya...

Ngaben masal ke 2 Igum Wrdhi Budhi Ikatan Warga Bugbug Singaraja diawali dengan kegiatan madewa sraya di pura kahyangan tiga dan pura Gumang desa adat Bugbug.

Drsta dalam bahasa sansekerta berasal dari “drs”artinya melihat atau memandang. Kemudian menjadi kata drsta berarti pandangan.Namun kemudian memiliki makna konotatif tradisi. Jadi Acara dalam hal ini sama dengan drsta.

Drsta itu dapat terdiri atas beberapa macam yaitu;

  • SASTRA DRSTA.
  • DESA DRSTA.
  • LOKA DRSTA.
  • KUNA DRSTA atau PURWA DRSTA.
  • KULA DRSTA.

5.1   SASTRA DRSTA

Adalah suatu drsta atau tradisi Agama Hindu yang bersumber pada sumber tertulis yang terdapat pada pustaka – pustaka suci Veda. Pokok-pokok ajaran Veda, kemudian memberi jiwa atau nafas pada pustaka – pustaka Suci Agama Hindu berikutnya. Di Bali ajaran Agama Hindu itu ditulis dalam “lontar”, yaitu daun pohon ental dengan hurup Bali. Pustaka- pustaka lontar ini di Bali cukup banyak dan terpelihara dengan baik. Di daerah lain tentu saja ada suatu tulisan yang menguraikan berbagai tuntunan Agama Hindu.

5.2  DESA DRSTA

Adalah tradisi Agama Hindu yang menjadi tradisi desa yang berlaku dalam suatu wilayah desa tertentu. Dengan tradisi tidak ada tersurat dan tersirat dalam pustaka tertentu. Akan tetapi telah begitu melembaga dan diyakini oleh kelompok masyarakat desa pendukungnya.

Tradisi ini bersifat lokal sehingga antara satu desa dengan desa lainnya tradisinya tidak sama. Masing- masing desa mempunyai adat istiadat yang berbeda - beda. Hal ini disebut “desa mawacara”

5.3   LOKA DRSTA

Adalah loka drsta atau tradisi Agama Hindu yang berlaku secara umum dalam suatu wilayah tertentu. Loka drsta  dengan desa drsta pada prinsipnya  sama yaitu sama- sama tradisi yang tak tertulis. Hanya saja loka drsta ini wilayah berlakunya tradisi itu lebih luas dan lebih umum.

5.4   KUNA DRSTA atau PURWA DRSTA

Adalah kuna drsta atau purwa drsta adalah drsta tradisi Agama Hindu yang bersifat turun temurun dan di ikuti secara terus menerus sejak lama.orang merasa takut untuk melanggarnya .orang sudah tidak tahu dan tidak ingat lagi sejak kapan tradisi itu mulai ada.sepanjang tradisi tersebut diterima dan dianggap masih relevan dengan jaman maka selama itu tradisi itu di ikuti dan dilaksanakan.tapi jika sudah dipandang tidak sesuai lagi dengan kemajuan jaman, maka tradisi tersebut akan ditinggalkan.

5.5  KULA DRSTA

Adalah kula drsta tradisi Agama Hindu yang berlaku bagi kelompok keluarga tertentu.kalau kula drsta ini berkaitan dengan latar belakang sejarah kehidupan keluarga tersebut, kula drsta di dalamnya juga termasuk Sista acara  yaitu kebisaaan orang yang telah mencapai tingkat kesucian, seperti kebisaaan yang berlaku di antara kelompok yang telah menerima Diksa. Misalnya; Ida Pandita.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa yang dengan Drsta pelaksanaan agama Hindu di Bali adalah suatu tradisi atau tingkah laku manusia, baik perseorangan maupun kelompok masyarakat yang didasarkan atas suatu kaidah- kaidah Agamanya baik tertulis maupun tak tertulis yang diikuti secara turun temurun.

Dengan adanya macam-macam acara maka wajarlah tata cara pelaksanaan ajaran Agama Hindu antara satu daerah dengan daerah lain tampak beragam, antara satu desa dengan desa yang lainnya, demikian pula antara satu keluarga dengan keluarga lainnya, apalagi mengingat bahwa agama Hindu dalam sejarah perkembangannya tetap menerima dan memelihara adat istiadat budaya setempat. Berdasarkan uraian di atas, maka dapatlah disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan upakara, upacara agama Hindu di Bali adalah suatu tradisi atau tingkah laku manusianya, baik perorangan maupun kelompok masyarakat yang didasarkan atas suatu kaidah-kaidah baik tertulis maupun tak tertulis yang diikuti secara turun temurun. Biasanya upakara, upacara akan diikuti berdasarkan apa yang telah berlaku atau dilakukan oleh orang-orang tua yang dianggap sebagai orang - orang terkemuka atau sesepuh. Apabila sudah tidak relefan lagi maka kebiasaan itu akan ditinggalkan sesuai dengan tuntuntan jaman. Apabila ada hal-hal yang tidak berkenan sudi kiranya memaafkan.

Tentang IGUM .....

IGUM WRDHI BUDHI arti dan makna nama yang disandang berkeinginan ....

Mau apa IGUM ?...

IGUM WRDHI BUDHI organisasi nirlaba yang mencoba bergerak dalam bidang....

Untuk apa IGUM berdiri ?,..

IGUM WRDHI BUDHI didirikan oleh Pengurus IWB SIngaraja dengan tujuan ....

Ngaben salah satu Tri Rnam....

Karena hidup sebagai manusia terikat dengan kewajiban atau hukum yang disebut dengan Rnam....

Drsta...

Drsta terkadang disanjung sebagai pelestarian budaya, tapi terkadang dicemooh, apa itu dresta ?....

Menafsirkan Ulang Kisah Lubdaka...

Hari Ciwaratri umat Hindu berdatangan ke Pura untuk bersama-sama melaksanakan persembahyangan, dharma tula dan sebagian akan melanjutkan “mekemit”/tidak tidur sampai pagi harinya

Layakkah PLTN Di Indonesia ?

Gempa dahsyat berkekuatan 8,9 skala richter yang mengguncang Jepang hari Jumat lalu (11 Maret 2011), disusul dengan tsunami telah membuat Negara Sakura tersebut berada dalam krisis yang dalam.

Mengurai Persoalan Kelistrikan di Bali

Jika melihat pertambahan pasokan listrik di Bali dalam 7 tahun terakhir, dapatkah kebutuhan listrik di Bali terpenuhi pada masa-masa mendatang ? 

Layakkah Singaraja jadi kota pendidikan?

Menyeimbangkan Bali Utara - Selatan Melalui Celukan Bawang

  • iwb2.png
  • banner2.jpg
  • banner.jpg
  • bannerigum2.png
Referensi ini dapat didownload, silahkan anda melakukan Registrasi sebagai member di web ini